Jakarta, 28 Agustus 2025 – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) dengan agenda utama penyampaian Laporan Kinerja dan Keuangan tahun buku 2024 serta pemilihan Ketua Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas AAJI untuk periode 2025–2028.

Pada kegiatan tersebut, Dewan Pengurus AAJI periode 2022-2025 memaparkan hasil kinerja dan keuangan AAJI sepanjang tahun 2024 sekaligus menjadi laporan terakhir dari periode kepengurusan yang berakhir pada tahun 2025.

Ketua Dewan Pengurus AAJI 2025–2028

Saat pemilihan, seluruh perusahaan anggota AAJI (aklamasi) menyetujui pengangkatan Budi Tampubolon sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI periode 2025–2028.

Dalam sambutannya, Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota AAJI yang hadir di tengah situasi penuh tantangan.

“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menegaskan komitmen bersama membesarkan industri asuransi jiwa. Saya percaya, dengan kolaborasi dan kerja keras, tiga tahun ke depan akan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Budi.

Budi juga menegaskan arah kebijakan strategis ke depan yang mencakup empat fokus utama:

1. Literasi & Edukasi – meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asuransi jiwa.
2. Penguatan Infrastruktur Data – membangun data center dan database industri yang lebih terintegrasi.
3. Pengembangan SDM – meningkatkan kompetensi tenaga pemasar dan profesional industri.
4. Center of Excellence – menjadikan Sekretariat AAJI sebagai pusat rujukan industri.

Dewan Pengawas AAJI 2025–2028

Selain pemilihan Ketua Dewan Pengurus, RALUB juga menetapkan tiga Dewan Pengawas AAJI periode 2025–2028, yaitu:

* Firdaus Djaelani
* Ricardo Simanjuntak
* Randy Lianggara

Mereka diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi serta mendukung terciptanya industri asuransi jiwa yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.

Komitmen Industri ke Depan

AAJI menegaskan bahwa pengurus baru akan melanjutkan agenda transformasi industri, termasuk menjawab tantangan regulasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta memastikan keberlanjutan industri melalui inovasi produk, digitalisasi, dan perluasan inklusi asuransi.

Dengan fondasi kinerja yang solid dan kepemimpinan baru, AAJI optimistis industri asuransi jiwa akan terus tumbuh, menjadi mitra strategis pembangunan nasional, serta memperluas perlindungan finansial bagi jutaan keluarga Indonesia.