Jakarta, 29 Agustus 2025 – Di tengah perkembangan tren fesyen yang semakin dinamis, kacamata bukan lagi sekadar alat bantu penglihatan, melainkan bagian dari gaya hidup dan simbol kepercayaan diri. Perubahan perilaku konsumen ini mendorong lahirnya berbagai brand lokal yang berani memadukan fungsi dengan estetika. Masih dalam rangkaian kisah UMKM Shopee “Sukses Berkarya Sebelum 30”, kisah kali ini datang dari Kacamata Demodas, UMKM lokal yang didirikan Priyanto Utomo pada usia 23 tahun. Lima tahun silam, Priyanto memulai perjalanan dari sebuah kamar yang bersebelahan dengan tempat jemuran baju dan berbekal tekad, lahirlah sebuah produk kacamata berkualitas, fungsional, dan estetik menjadi fashion statement banyak masyarakat Indonesia.

Priyanto Utomo, Pemilik Kacamata Demodas menjelaskan bahwa, ”Berawal dari menjadi reseller kacamata, saya belajar banyak tentang seluk-beluk membangun bisnis. Bekal itu menjadi modal utama saya mendirikan Kacamata Demodas, dengan visi menghadirkan produk kacamata lokal yang unggul secara fungsi, serta desain yang unik sebagai aksesoris. Peran kemajuan teknologi seperti Shopee berdampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal seperti Demodas. Konsisten berpartisipasi dalam rangkaian kampanye belanja angka kembar, seperti Shopee Big Ramadan Sale tahun ini, usaha saya berhasil meningkatkan penjualan Kacamata Demodas hingga 3 kali lipat dibandingkan hari biasa.”

Dari kamar, merajut mimpi lewat kacamata lokal

Pria yang akrab disapa Tommy ini membangun Kacamata Demodas dengan modal yang sedikit. Dari sebuah kamar dengan ruang sempit, ia menjalani hari-harinya dengan penuh ketekunan: bangun pagi menyiapkan pesanan, memotret produk secara mandiri, menjawab pertanyaan pelanggan satu per satu, hingga begadang membungkus paket agar bisa dikirim tepat waktu. Target pasarnya anak muda hingga dewasa yang ingin tampil percaya diri, nyaman, dan mendapat kacamata berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Keunikan Kacamata Demodas terletak pada kualitas frame ringan, lentur, awet, serta desain stylish yang cocok dipakai ke kampus, kantor, maupun hangout santai.

Awalnya, Kacamata Demodas hanya menerima beberapa order per minggu. Namun, setiap order selalu Tommy perlakukan dengan istimewa, bahkan tak jarang ditambahkan catatan kecil berisi ucapan terima kasih agar pelanggan merasa diperhatikan. “Saya ingat betul rasanya menunggu notifikasi order pertama di Shopee. Itu sederhana, tapi jadi bahan bakar semangat untuk terus melangkah,” kenang Tommy.

Perjalanan membangun brand kesayangannya tentu tidak mudah. Industri kacamata penuh persaingan dengan dominasi brand internasional, sementara tren fashion bergerak cepat.
Model yang populer bulan ini bisa saja usang bulan berikutnya. “Bagi saya, tantangannya bukan
hanya mengikuti tren, tapi bagaimana menciptakan tren baru yang sesuai dengan karakter brand. Hal yang memang terlihat sulit, tapi justru lebih menantang,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada kualitas produk, Demodas juga menempatkan pelayanan sebagai prioritas utama. Mulai dari proses produksi yang cepat, pengiriman instan, hingga layanan after-sales gratis untuk perbaikan ringan seperti sekrup longgar atau bantalan hidung. “Kami ingin setiap pelanggan merasa dilayani secara personal. Itu yang membuat mereka loyal.
Prinsip pelayanan tulus inilah yang membedakan Demodas dari kompetitor,” tambah Tommy.

Shopee menemani perjalanan transformasi Kacamata Demodas dalam bertumbuh

Transformasi besar Demodas dimulai pada November 2020, ketika Priyanto mulai mengoptimalkan ekosistem Shopee untuk memperluas jangkauan bisnisnya. Langkah ini bukan sekadar membuka toko daring, tetapi juga memperluas kanal penjualan dan merancang strategi pemasaran yang lebih terukur dengan memanfaatkan berbagai program serta fitur yang ditawarkan Shopee. Bagi Priyanto, Shopee adalah wadah inklusif yang memberi kesempatan besar bagi UMKM untuk bertumbuh. Perlahan, ia mulai merasakan dampak nyata yaitu visibilitas Kacamata Demodas semakin meluas, produk lebih dikenal di berbagai daerah dan lintas demografi, serta mendorong peningkatan penjualan yang signifikan.

Cermat melihat perilaku belanja masyarakat yang semakin menggemari tren live shopping, sejak 2023 Demodas aktif mengembangkan strategi penjualan melalui fitur interaktif Shopee Live. Fitur ini memberi ruang bagi tim untuk menjelaskan detail produk secara langsung, menjawab pertanyaan pelanggan secara real-time, dan membangun interaksi lebih personal.
Dampaknya luar biasa, penjualan dari Shopee Live melonjak dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tidak berhenti di sana, Demodas juga memanfaatkan Shopee Affiliate Program dan Shopee Video untuk memperluas jangkauan pasar dengan menggandeng para kreator konten.
Ditambah keikutsertaannya dalam kampanye tematik angka kembar Shopee yang secara
konsisten memberi eksposur besar dan panggung kreatif bagi lini produk Demodas. Hasilnya sangat terasa, omzet Demodas pada periode tahun 2024–2025 tercatat meningkat hampir 100 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. “Pertumbuhan ini mendorong kami untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” terang Tommy.

Menatap 2025 dengan inovasi baru

Inovasi produk tetap menjadi fokus utama Demodas. Pada 2025, brand ini mempersiapkan koleksi spesial kacamata dengan frame berbahan titanium. Material ini terkenal sangat ringan, kuat, dan memberi kesan premium, cocok bagi mereka yang ingin tetap nyaman memakai kacamata seharian tanpa kehilangan sisi stylish. Tidak berhenti di situ, Demodas juga menghadirkan koleksi smart glasses modern yang menggabungkan teknologi dengan fashion, sehingga pelanggan kami bisa merasakan pengalaman menggunakan smart glasses berkualitas tinggi dengan harga yang tetap terjangkau.

“Sebagai pengusaha muda, saya paham tantangan akan selalu ada, mulai dari tren yang cepat berubah, persaingan ketat, sampai tuntutan pelayanan. Tapi saya percaya kunci sukses adalah konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan mau mendengar pelanggan. Kalau ingin memulai, jangan tunggu waktu yang sempurna. Mulailah dengan apa yang ada. Bisnis tidak menjamin keuntungan, tapi kalau mau untung, cobalah berbisnis,” pungkas Tommy.