Jakarta, 2 Maret 2026 – Tahun Kuda Api mencerminkan dinamika ekonomi global saat ini, ditandai oleh pergerakan inflasi, fluktuasi nilai tukar, dan ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini menuntut investor untuk mencermati peluang dan risiko dengan pendekatan terukur. Menjawab kebutuhan akan perspektif pasar yang kredibel, terutama bagi nasabah prioritas DBS Treasures dan Treasures Private Client, Bank DBS Indonesia menghadirkan Spring Festival 2026 bertema “Wealth, Crafted with Purpose“. Acara ini menyajikan insight mendalam dari para pakar mengenai prospek ekonomi dan strategi pengelolaan aset yang relevan, guna mendukung keputusan investasi yang lebih percaya diri.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, “DBS Spring Festival adalah signature event kami yang dirancang sebagai wadah untuk menghadirkan insight mendalam bagi nasabah private dan prioritas. Tak hanya selebrasi Hari Raya Imlek, namun juga memberikan insights tepercaya dan kredibel menyambut Tahun Kuda Api. Di tengah banyaknya pilihan atau kesempatan, Bank DBS Indonesia siap mendampingi nasabah untuk membuat keputusan finansial yang tepat. Sebagai mitra tepercaya untuk kekayaan global, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk memberikan perspektif tajam dan relevan agar nasabah dapat mengoptimalkan peluang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.”
Dalam kesempatan tersebut, Bank DBS Indonesia membagikan sejumlah rekomendasi investasi di awal tahun yang meliputi:
- Aset riil untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah tekanan inflasi
Di tengah potensi inflasi yang dapat kembali meningkat seiring pelonggaran likuiditas global, aset riil seperti infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia dapat berperan sebagai jangkar portofolio. Secara historis, aset-aset ini cenderung lebih mampu mempertahankan nilai ketika tekanan harga meningkat karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi nyata.
Selain membantu menjaga daya beli, eksposur pada aset riil juga dapat memberikan diversifikasi ketika pasar keuangan mengalami volatilitas, sehingga menjadi komponen penting dalam membangun portofolio yang lebih tangguh dalam jangka panjang. Pepatah “don’t put all your eggs in one basket” relevan untuk investasi. Dengan memanfaatkan berbagai instrumen, nasabah bisa mendiversifikasi portofolio, mengurangi risiko kerugian, dan tetap menangkap peluang keuntungan saat kondisi pasar berubah.
- Mengandalkan emas sebagai safe haven saat risiko fiskal dan geopolitik meningkat
Kekhawatiran terkait keberlanjutan utang pemerintah global dan ketidakpastian geopolitik membuat emas tetap menjadi salah satu aset yang dipandang mampu menjaga stabilitas nilai. Meskipun harga emas sempat mengalami koreksi, faktor-faktor yang mendorong emas ke level tertinggi baru, seperti kekhawatiran fiskal dan keberlanjutan utang AS, ketidakpastian geopolitik, serta risiko depresiasi dolar, diperkirakan akan tetap ada.
Dukungan dari permintaan bank sentral, potensi pelemahan dolar, serta arus investasi melalui instrumen pasar keuangan juga dapat terus menopang prospek emas ke depan. Dalam konteks portofolio, emas tidak hanya berfungsi sebagai lindung nilai saat pasar bergejolak, tetapi juga sebagai alat diversifikasi yang membantu mengurangi dampak risiko eksternal yang sulit diprediksi.
- Menangkap peluang dari transformasi AI
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka siklus investasi baru yang berpotensi membentuk ulang lanskap industri dan meningkatkan produktivitas global. Investasi di sektor ini akan terus berlanjut, namun investor perlu menyadari risiko seperti valuasi yang tinggi dan pembiayaan bersifat sirkular.
Fokus sebaiknya diarahkan pada perusahaan yang mengadaptasi AI dan benar-benar memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan, sambil menghindari risiko belanja modal besar yang tidak sebanding dengan pendapatan. Perusahaan berkapitalisasi besar biasanya lebih siap untuk skala dan menangkap keuntungan produktivitas, sehingga peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan dengan lebih aman.
- Memilih kredit investment-grade untuk ketahanan portofolio
Obligasi berperingkat investment-grade menawarkan profil risiko yang lebih seimbang dibandingkan kredit dengan hasil tinggi (high-yield). Rasio risiko-hasil untuk obligasi high-yield terus menunjukkan potensi yang kurang menarik, sementara produk berbasis spread tetap dapat berkinerja baik meski valuasi tinggi. Spread yang berada di level ketat secara historis cenderung stabil, dan pelebaran signifikan diperkirakan tidak terjadi pada 2026 karena neraca perusahaan tetap sehat dan risiko resesi rendah.
Secara keseluruhan, fokus pada kredit berkualitas A/BBB dengan tenor 5-7 tahun dapat membantu investor memperoleh pendapatan lebih stabil sekaligus menjaga ketahanan portofolio di tengah dinamika pasar yang berubah.
- Diversifikasi ke pasar saham Asia di luar Jepang untuk potensi pertumbuhan
Pasar saham Asia di luar Jepang tetap menarik karena diperdagangkan dengan diskon sekitar 32,4% dibandingkan pasar negara maju. Kawasan ini menawarkan prospek pertumbuhan laba yang lebih kuat dan momentum ekonomi yang lebih solid dibandingkan pasar maju lainnya, sehingga menciptakan peluang menarik bagi investor yang ingin menangkap potensi jangka menengah hingga panjang.
Tren seperti pelemahan USD dan meningkatnya aliran modal global dapat mendorong kinerja pasar di kawasan ini, termasuk melalui biaya utang USD yang lebih rendah dan harga komoditas yang lebih tinggi. Dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut, diversifikasi ke saham Asia menjadi strategi efektif untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan, memperluas eksposur geografis portofolio, dan tetap menjaga keseimbangan risiko terhadap fluktuasi pasar global.
Acara DBS Spring Festival 2026 juga menghadirkan Angelina Fang, pakar Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia. Menurutnya tahun ini istimewa karena menghadirkan kombinasi langka antara Shio Kuda dan Api, di mana hadir elemen Api ganda dalam kondisi sangat kuat. Tahun Kuda Api diyakini membawa energi dinamis, keberanian, serta dorongan perubahan besar.
“Pergantian dari Tahun Ular Kayu ke Tahun Kuda Api membawa energi baru yang penuh semangat dan optimisme. Tahun Ular Kayu, pertumbuhan membutuhkan banyak energi dan perlu cermat mengelola sumber daya, sementara tahun Kuda Api, tren untuk bergerak cepat dan semangat berlebih, akan membutuhkan kesabaran dan ketenangan berpikir. Energi ini mempengaruhi cara kita melihat peluang, termasuk dalam investasi, karena dorongan perubahan besar bisa membuka potensi pertumbuhan yang signifikan, namun tetap perlu diiringi sikap praktis, realistis dan risiko yang terukur,” ujar Angelina Fang
Selain menghadirkan pakar finansial dan fengshui, kali ini acara Springfest 2026 juga berkolaborasi dengan Sebastian Gunawan, seorang desainer fashion ternama Indonesia melalui koleksi ‘Jie’ yang menghadirkan cheongsam dengan sentuhan baru untuk merayakan kehadiran Tahun Kuda Api. Dalam bahasa Mandarin, ‘Jie’ berarti ‘ikatan’ yang dapat dimaknai sebagai simbol garis kesinambungan dari sebuah tradisi, warisan, dan modernitas. Melalui koleksi ini, Sebastian menghadirkan detail dekoratif yang menegaskan filosofi bahwa masa depan dibangun di atas fondasi masa lalu yang kuat. Elemen struktur yang tegas berpadu dengan siluet elegan, mencerminkan keseimbangan antara nilai heritage dan perspektif modern.






