Jakarta, 27/28 Juli 2026 – Yukito, brand menswear lokal di Indonesia yang mengusung konsep ‘Japanese inspired, locally produced’ resmi memperkenalkan diri ke publik. Hadir sejak Oktober 2024, Yukito menjawab kebutuhan akan gaya pakaian untuk pasar pria urban/modern yang nyaman dikenakan di iklim tropis melalui koleksi pakaian oversize terinspirasi dari Yukata dan Kimono, dengan bahan cotton-linen blend yang 100% diproduksi secara lokal.

Hingga saat ini, Yukito telah menjual ribuan produk dari 27 SKU yang terbagi ke dalam empat koleksi untuk pria urban dari berbagai kalangan dan profesi. Koleksi Yukito tersedia secara online di Shopee, serta offline melalui partisipasi bazar seperti di acara Semasa.

Dave Ependi, Founder Yukito menjelaskan antusiasme pasar yang diterima sejak awal hadir di Indonesia, “dalam 1.5 tahun, Yukito sudah menjual ribuan produk dengan pertumbuhan positif sebesar 120% dari awal hadir di Indonesia, khususnya melalui penjualan offline. Para pembeli kami pun tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Bagi brand UMKM yang terbilang baru, pencapaian ini memberikan semangat bagi kami dalam menjawab kebutuhan mode masyarakat Indonesia berikutnya,” jelas Dave.

Filosofi ‘Japanese inspired, locally produced’ sebagai Identitas Yukito
Siluet oversize khas kimono dan yukata diterjemahkan menjadi pakaian harian bergaya minimalis yang cocok dipadupadankan ke berbagai kegiatan. Filosofi ini diwujudkan Yukito melalui empat koleksi bertajuk Jepang, yaitu Kihon (dasar), Haru no Kaze (angin musim semi), Kage (bayangan), dan Sen (garis), dengan material cotton-linen yang nyaman dipakai, sehingga gaya bernuansa Jepang tetap dapat digunakan sehari-hari di iklim tropis Indonesia.

Keempat koleksi tersebut menghadirkan elemen desain yang konsisten untuk menegaskan aksentuasi oversize sekaligus identitas ‘Japanese inspired’, salah satunya melalui drop-shoulder pada kemeja/atasan yang memberi kesan dramatis. Identitas ini juga diperkuat lewat detail khas (signature) Yukito, yaitu kemeja berlengan tiga perempat model big cuff dengan dua kancing.

Yukito yang juga mengusung konsep ‘locally produced’, seluruh proses produksi produk Yukito dikerjakan oleh konveksi dan penjahit UMKM dengan kain dari pemasok lokal, sehingga Yukito tumbuh sebagai brand menswear yang turut memberdayakan UMKM lain di rantai produksinya.

Hadirkan Koleksi Bernuansa Jepang di Indonesia
Sejak awal hadir di Indonesia, Yukito secara konsisten menghadirkan koleksi yang menerjemahkan gaya berpakaian Jepang ke dalam pakaian harian. Sebanyak 27 SKU terbagi ke dalam empat koleksi, di antaranya:

  1. Vol. 1, Kihon (dasar): kemeja oversize dan celana straight cut sebagai fondasi gaya harian.
  2. Vol. 2, Haru no Kaze (angin musim semi): kemeja oversize dengan nuansa warna earthy seperti sage dan olive.
  3. Vol. 3, Kage (bayangan): bernuansa serba hitam dengan potongan menyerupai kimono dan celana volume lebar.
  4. Vol. 4, Sen (garis): bermain dengan layering kemeja lengan panjang, vest, dan celana volume lebar. Gaya khas pada koleksi terbaru ini juga diterjemahkan ke dalam\ aksentuasi ‘sash’ yang menjuntai pada vest untuk memberikan aksen bernuansa
    garis-garis vertikal di tampilan kemeja panjang (tunic).

Seluruh koleksi Yukito menggunakan material cotton-linen blend untuk kemeja/atasan dan material cotton-twill untuk celana dan vest. Produk Yukito dibanderol pada rentang harga Rp299.000 hingga Rp549.000, harga yang kompetitif untuk material dan pengerjaan jahitan lokal berkualitas.

“Dengan antusiasme yang juga positif dari pengguna Yukito di seluruh Indonesia, kami berharap, Yukito bisa terus tumbuh bukan hanya sebagai brand tetapi bisa menjadi ekosistem kecil yang juga turut menghidupi industri, khususnya para pelaku UMKM sekitar yakni konveksi dan penjahit lokal. Kami ingin membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia mampu memberikan kualitas yang baik dan tentunya menjawab kebutuhan para pengguna kami,” tutup Dave.