Jakarta, 19 September 2026 – ESMOD Jakarta kembali menjadi bagian dari rangkaian Senayan City Fashion Nation, yang tahun ini memasuki edisi ke-20, melalui pagelaran yang berjudul ESMOD Jakarta–First Edit. Acara ini menampilkan total 26 looks yang terdiri dari 23 looks karya Women Ready-to-wear dari para mahasiswa dari program intensif 1 Year Fashion Design and Pattern Making serta 3 looks dari mahasiswa 3 Year Fashion Design Program dengan spesialisasi New Couture di ESMOD Jakarta, yang memperlihatkan beragam ide dan karakter yang berkembang dari proses kreatif mereka selama menjalani perkuliahan.

Melalui First Edit, ESMOD Jakarta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membawa karya dari tugas akhir mereka dan memperkenalkannya kepada publik. Setiap koleksi berangkat dari proses yang berbeda, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi siluet dan material, hingga proses penyempurnaan karya menjadi sebuah koleksi yang memiliki karakter masing-masing.

“First Edit di Senayan City menjadi kesempatan bagi mahasiswa ESMOD Jakarta untuk membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan industri. Setiap mahasiswa memiliki proses dan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan koleksinya. Melalui pengalaman seperti ini, mereka dapat belajar bagaimana sebuah karya dipersiapkan dan dipresentasikan dalam konteks profesional,” ujar Guillaume Oger selaku Deputy Director of Academic Programs.

Dalam rangkaian ESMOD Jakarta–First Edit show juga terdapat tiga kategori award yang diberikan kepada para mahasiswa ESMOD Jakarta. Nicholas Cielo Yusap yang berhasil meraih Best Fashion Design. Kemudian ada Octavyani yang berhasil meraih 2 nominasi sekaligus yaitu Best Pattern Making serta Coup De Cœur Du Jury (Special Jury Award).

Bagi ESMOD Jakarta, menghubungkan mahasiswa dengan industri merupakan bagian dari proses belajar. Selain pembelajaran di kampus, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai proyek, kolaborasi, dan kegiatan bersama partner di dunia industry, terutama dalam fashion & lifestyle. Pengalaman tersebut memberikan mereka kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari sekaligus memahami bagaimana proses kreatif berjalan di lingkungan profesional.

Sebelum ditampilkan di Senayan City, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan koleksi mereka di hadapan juri eksternal yang merupakan profesional di industri fashion melalui ESMOD Jakarta Jury Day, yang diselenggarakan pada 12 Agustus 2026. Sesi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan perspektif industri melalui masukan langsung terhadap koleksi, konsep, hingga pengembangan bisnis para mahasiswa.

Albert Yanuar, Fashion Creative Director & Founder Albert Yanuar Bride & Boutique sekaligus alumni ESMOD Jakarta, menyampaikan, “Saya melihat banyak potensi dalam karya mereka. Koleksi yang dihasilkan sangat baik, termasuk pengembangan ide bisnis baru yang menurut saya sangat impresif. Mereka mampu membangun storytelling yang kuat dan menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan koleksi dengan beragam pendekatan.”

Sementara itu, Angelita Nurhadi, Founder and Designer Studio Jeje, menyoroti kesiapan para mahasiswa dari sisi kreatif maupun bisnis. “Banyak koleksi dengan konsep yang menarik. Saya juga menyukai bagaimana mereka mempresentasikan karya secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga bisnis dan branding. Beberapa di antaranya sudah terlihat siap untuk membawa karyanya ke pasar, jadi kita tunggu kehadiran mereka di industri.”

Melalui ESMOD Jakarta First Edit, mahasiswa mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya dan perspektif kreatif mereka kepada publik. Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman ini menjadi bagian dari upaya untuk terus menghubungkan pembelajaran di kampus dengan perkembangan industri, sehingga mahasiswa dapat membawa pengetahuan dan keterampilan mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan karir mereka.