Jakarta, 21 September 2026 – Semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong antar sesama warga masyarakat, menjadi perayaan kemerdekaan sesungguhnya yang ditularkan dalam perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dalam kegiatan Waktunya Ngeteh Indonesia (WNI) Persembahan SariWangi. Melanjutkan perayaan ini, SariWangi mengumumkan pemenang Lomba Hias Gapura sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Dari sekitar 500 karya yang diterima dari berbagai daerah di Indonesia, sebanyak 178 perumahan/lingkungan terpilih mendapatkan dukungan khusus untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus yang lalu.

Waktunya Ngeteh Indonesia adalah program SariWangi dalam merayakan 17 Agustus melalui serangkaian kegiatan, antara lain video “Waktunya Ngeteh Indonesia” yang mengangkat beragam tradisi perayaan kemerdekaan di berbagai daerah, perayaan Hari Kemerdekaan bersama mitra petani, serta Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diikuti oleh ratusan peserta. Rangkaian ini ditutup oleh pengumuman Lomba Hias Gapura yang diikuti warga masyarakat dari seluruh
Indonesia.

Brand Manager SariWangi, Irene Limantara, mengatakan, “Bagi SariWangi, lomba hias gapura adalah salah satu simbol kegiatan yang memperlihatkan nilai karakter kekuatan masyarakat Indonesia yaitu gotong royong dan kebersamaan. Kami bangga melihat betapa antusiasnya warga dari berbagai daerah, mereka bersatu, berkumpul bersama, bertukar pikiran dan bekerja sama mewujudkan gapura yang mempresentasi warganya. Inilah semangat yang ingin terus dihadirkan oleh SariWangi yakni menemani seluruh momen kebersamaan masyarakat Indonesia. Selamat kepada seluruh pemenang”.

Tiga Gapura Pemenang, Tiga Karya

Tiga pemenang utama Lomba Hias Gapura ini dinilai berdasarkan kreativitas, semangat gotong royong, serta kearifan lokal yang tercermin dalam keseluruhan konsep gapura, mulai dari seni mural, kerajinan anyaman bambu, hingga sentuhan teknologi modern. Gapura karya warga Bandung, yang meraih juara pertama, menghadirkan pendekatan yang berbeda dari umumnya, dengan menambahkan mural di sepanjang tembok gang sebagai pelengkap gapura. Mural tersebut menggambarkan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari saling berbagi hingga menjaga lingkungan bersama.

“Ide gapura ini muncul waktu kami membicarakan bagaimana caranya membuat 17-an tahun ini berbeda dari biasanya. Selain gapura, kami juga ingin membuat sesuatu yang lebih tahan lama, jadi kami sepakat bikin mural di sepanjang tembok gang yang menceritakan kehidupan sehari-hari warga di sini, bagaimana kami saling bantu dan jaga lingkungan bareng-bareng ditemani dengan teh SariWangi. Semua ini bisa diwujudkan karena gotong royong warga, semua turun tangan bantu sesuai kemampuan masing-masing. Bagi saya kemenangan ini jadi pengingat soal semangat kebersamaan warga disini,” ujar Samsul Huda M, Pemenang Pertama Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Bandung.

Gapura karya warga Yogyakarta, yang meraih juara kedua, mengangkat material bambu yang dipadukan dengan simbol secangkir teh sebagai representasi kehangatan dan kebersamaan warga. “Kami memilih secangkir teh sebagai simbol kehangatan, karena minum teh itu sederhana tapi sering jadi awal untuk berkumpul antar warga. Kami juga menggunakan bambu sebagai material utama, satu batang mungkin terlihat biasa, tapi kalau disatukan jadi kuat, seperti warga disini. Gapura ini bukan cuma soal pintu masuk yang indah, tapi cerita bagaimana sesuatu yang sederhana bisa jadi luar biasa kalau dikerjakan bersama,” ujar Muh Rohmadi, Pemenang Kedua Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Yogyakarta.

Sementara itu, gapura karya warga Malang, yang meraih juara ketiga, menghadirkan figur Garuda bersayap lebar sebagai simbol semangat kemerdekaan, dilengkapi papan LED berjalan yang menampilkan pesan-pesan perayaan HUT RI, memadukan semangat kebersamaan warga dengan sentuhan kreativitas modern.

“Kami ingin gapura ini terlihat beda, makanya kami coba memadukan figur burung Garuda yang cukup besar dengan tulisan LED berjalan. Ini menandakan hasil kerja keras warga, semua dikerjakan bersama-sama,” ujar Didik, Pemenang Ketiga Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Malang.

Selain tiga pemenang utama, SariWangi turut memberikan apresiasi kepada 5 pemenang favorit dan 5 pemenang Most Likes, yang dipilih berdasarkan antusiasme dan engagement masyarakat di media sosial

● Pemenang Favorit: Palembang, Makassar, Samarinda, Jakarta, dan Bandung
● Pemenang Most Likes: Bandung (2), Banjarmasin, Jakarta, Malang

Seluruh rangkaian kegiatan Waktunya Ngeteh Indonesia, SariWangi ingin mengajak masyarakat merayakan kebersamaan tersebut dengan cara yang sederhana namun bermakna, dimulai dari lingkungan dan kampung halaman masing-masing.

Selama lebih dari 53 tahun, SariWangi telah menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Indonesia. Melalui semangat inilah, para pemenang Lomba Hias Gapura menjadi representasi nyata bagaimana SariWangi terus hadir menemani masyarakat berkumpul, berbagi cerita, bergotong royong, dan merayakan Indonesia bersama-sama.

SariWangi dibuat dari 100% teh asli dengan aroma dan rasa teh segar yang khas, hadir dalam berbagai pilihan rasa mulai dari SariWangi Teh Hitam, SariWangi Teh Vanilla, SariWangi Teh Melati, SariWangi Teh Hijau, SariWangi Teh Mawar, hingga SariWangi Jahe & Kunyit dan SariWangi Kurma & Madu.