• Berdasarkan Riskesdas 2018, kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah utama yang terjadi pada 57,6% penduduk Indonesia.
  • Gigi dan mulut merupakan salah satu pintu gerbang masuknya beragam mikroorganisme, seperti kuman, bakteri dan juga virus, ke dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya.
  • Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap bersih dan sehat, dapat mengoptimalkan sistem imunitas tubuh untuk melawan berbagai macam pengganggu seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri, kuman serta virus.

Jakarta, 19 November 2020 – PT Johnson & Johnson Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengedukasi masyarakat mengenai ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ dengan menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang juga merupakan bagian dari rangkaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian serta mengajak masyarakat untuk menerapkan ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah rutinitas perawatan gigi dan mulut dengan menambahkan tahapan penggunaan obat kumur (mouthwash) antiseptik 2x sehari setelah menyikat gigi. Hal ini sangat penting mengingat mulut merupakan salah satu jalan masuknya mikroorganisme, seperti kuman dan bakteri, ke dalam tubuh kita, sehingga kesehatannya pun harus kita jaga.

Berdasarkan Riskesdas 2018, kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah utama yang terjadi pada 57,6% penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, hanya 2.8% penduduk Indonesia yang sudah menyikat gigi dengan rutin dan benar, yaitu pagi dan malam.

Sawan Malik, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan terbesar di dunia, Johnson & Johnson selalu membangun merek dengan tujuan. Kami terus berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam kebijakan adaptasi kebiasaan baru, dengan memberikan edukasi tentang rutinitas kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari rangkaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Inisiatif kali ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah, Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dimana kami bekerja sama dengan PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berkumur menggunakan mouthwash antiseptik 2x sehari setelah menyikat gigi sebagai salah satu protokol kesehatan dari adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi, sehingga sistem imunitas atau kekebalan tubuh dapat lebih meningkat.”

Proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang dengan persentase hingga 45,3%. Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan/atau keluar bisul (abses) sebesar 14%. Pada kenyataannya, sikat gigi saja tidak dapat menjangkau seluruh bagian rongga mulut, dan hanya mampu membersihkan sekitar 25% area rongga mulut dan 30-53% plak pada gigi sehingga kuman yang ada di dalam mulut tetap tidak tersentuh semuanya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp. BM (K)., MM – Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia mengatakan, “Endapan makan yang tertinggal menempel pada gigi dan sebagian permukaan gusi membentuk filamen. Dimana filamen ini merupakan media tempat berkembang biaknya kuman kemudian menjadi plak. Kuman di dalam plak berkembang menjadi banyak yang bisa mengakibatkan peradangan pada gusi (gingivitis) dan/atau gigi berlubang (karies). Peradangan gusi dan karies ini, dapat menyebabkan kuman dapat masuk ke dalam sistem pembuluh darah secara sistemik. Ini yang sering disebut sebagai infeksi fokal, suatu peradangan yang terjadi pada organ penting tubuh yang disebabkan karena kuman-kuman patogen dari rongga mulut. Kuman yang sudah masuk secara sistemik ini akan sampai pada organ penting tersebut dimana kuman itu akan berkembang biak dan menyebabkan peradangan pada organ tersebut, misalnya pada paru-paru disebut pneumonia, pada sendi disebut artitis, dan pada jantung disebut carditis bahkan bisa menyebabkan meningitis bila terjadi pada selaput otak. Apabila terjadi pada ibu hamil, dapat saja menyebabkan kelahiran premature atau bahkan keguguran. Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan di atas, kesehatan gigi dan mulut harus tetap terjaga dari berkembang biaknya kuman patogen, salah satunya dengan cara berkumur menggunakan antiseptic mouthwash setelah sikat gigi yang dapat membantu menghilangkan kuman yang berkembang biak dalam plak. Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut setiap saat, terutama selama masa pandemi, karena kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.”

Lebih lanjut, Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, mengatakan, “Untuk menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia diperlukan rangkaian kegiatan edukasi publik yang berkelanjutan. Kampanye ini telah dimulai pada bulan November 2020 yang mencakup penyebaran materi edukasi secara cetak dan digital, dan penayangan iklan layanan kesehatan masyarakat di beberapa stasiun TV. Upaya kami tidak berhenti sampai di sini, untuk mendukung para tenaga medis, PT Johnson & Johnson Indonesia juga akan melakukan edukasi penggunaan obat kumur antiseptik (mouthwash) sebagai proteksi tambahan melalui brosur/poster serta diikuti dengan aktivitas PVR (Prevention Via Rinsing) dengan memasang dispenser mouthwash antiseptik di lebih dari 100 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia yang direkomendasikan oleh PB PDGI. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap para tenaga medis yang telah berjuang di garis terdepan.”

“Untuk meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan edukasi, kami juga akan menyelenggarakan kompetisi di media sosial yang ditujukan bagi mahasiswa kedokteran terkait pembuatan materi edukasi tentang pentingnya penggunaan mouthwash antiseptik. Dengan dimulainya kampanye ini, kami berharap dapat membantu upaya pemerintah untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai adaptasi kebiasaan baru dengan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia” tutup Devy.

— ●●●●—

Tentang Johnson & Johnson

Di Johnson & Johnson, kami percaya kesehatan yang baik adalah dasar kehidupan yang aktif, komunitas yang berkembang dan maju. Itu sebabnya selama lebih dari 130 tahun, kami bertujuan untuk menjaga orang – orang tetap sehat di setiap tahapan usia dan kehidupan. Saat ini, sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan terbesar dan berbasis luas di dunia, kami berkomitmen untuk menggunakan jangkauan dan kemampuan kami untuk kebaikan.

Kami berusaha untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan, menciptakan komunitas yang lebih sehat, pikiran yang sehat, tubuh dan lingkungan yang sehat untuk siapapun dan dimanapun. Kami memadukan hati, ilmu pengetahuan dan ketulusan untuk mengubah arah lintasan kesehatan bagi kemanusiaan. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.jnj.com

Tentang PT Johnson & Johnson Indonesia
PT Johnson & Johnson Indonesia berdiri sejak tahun 1973 dan bergerak di empat sektor bisnis yang berbeda, yaitu sektor: Consumer, Medical Devices, Vision dan Pharmaceutical. Merek-merek ternama dari sektor Consumer antara lain adalah;

  • JOHNSON’S®
  • CLEAN & CLEAR®
  • LISTERINE®
  • CAREFREE®
  • MYLANTA®
  • BENADRYL®
  • VISINE®
  • COMBANTRIN®.

Devy Yheanne
Country Leader of Communications & Public Affairs
PT Johnson & Johnson Indonesia

Phone : +62 21 2935 3935
E-mail : dyheanne@its.jnj.com