Jakarta,- Tepat pada tanggal 24 Februari mendatang , Kemayoran, salah satu kecamatan yang ada di Jakarta Pusat akan merayakan hari jadinya yang ke-207. Masyarakat Kemayoran telah bersepakat pada peringatan harlah kali ini, bersama-sama akan menggelar Kendoeri Kampoeng Kemayoran yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 24 sampai dengan 26 Februari ini.

Kemarin, 9 Februari, bertempat di sebuah resto bergaya Sunda bilangan Kemayoran, Ciganea, dalam rangka menyongsong penyelenggaraan Kendoeri Kampoeng Kemayoran, pihak Panitia telah menggelar Jumpa Media. Hadir antusias pada acara tersebut banyak rekan media ibukota baik dari media online, cetak maupun radio dan televisi.

Ratu Yunita, Ketua Yayasan Budaya kampung Kemayoran dalam sekapur sirihnya memaparkan, “Segenap masyarakat Kemayoran patut berbangga bahwasannya saat ini, hanya Kecamatan Kemayoranlah dari 44 Kecamatan di Jakarta yang memiliki hari jadi resmi. Nama Kemajoran pertama kali muncul pada tahun 1816 di dalam iklan Java Government Gazette sebagai tanah yang terletak dekat Weltevreden”. Adalah pangkat seorang pejabat VOC asal Perancis, Isaac de l’Ostale de Saint Martin (1629–1696) yang diyakini menjadi asal usul nama Kemayoran. Ia disebutkan memiliki tanah yang sangat luas di kawasan tersebut, begitu tersohor hingga beliau dikenal dengan panggilan Mayor dan pelafalannya berkembang dari “Mayoran” menjadi “Kemayoran”. Sejarah juga telah mengatakan bahwa Kemajoran (dengan kode KMO) adalah bandara Internasional dan komersil pertama yang dimiliki Indonesia (beroperasi pada 1940). Memiliki dua landasan pacu panjang yang saling bersilangan, kini kedua landasan tersebut kita kenal dengan nama Jalan Benyamin Sueb. Di ruas jalan itulah, kita selalu menyelenggarakan kenduri.”

Sementara, Ketua Panitia Kendoeri Kampoeng Kemayoran, Ache Nurseha menyatakan, “Kemayoran bukan hanya milik masyarakat Kemayoran tetapi sudah menjadi kebanggaan orang Jakarta. Panitia berharap dengan pelaksanaan Kendoeri Kampoeng Kemayoran di akhir bulan ini dengan tema MENGEMBALIKAN BUDAYA YANG HILANG, Kemayoran bukan hanya cerita tetapi selalu wilayah dan
masyarakatnya berkembang maju dari masa ke masa dengan terus lestarinya budaya-budaya baik adiluhung.”

Pembina kegiatan kenduri, Biem Benyamin, putera seniman Legendaris Indonesia Benyamin Sueb yang hadir pada kesempatan yang sama menuturkan, “Tidak mudah menyelenggarakan event sebesar Kenduri Kemayoran yang melibatkan banyak pihak dari unsur masyarakat maupun instansi￾intansi yang terkait, apalagi waktu pertama kali memulainya di 2016 lalu. Syukurlah, kini Kenduri akan segera menginjak pelaksanaan yang ke-empat kalinya meskipun, sempat terhenti selama pandemi. Saya mencintai Kemayoran tempat saya lahir dan dibesarkan. Untuk itulah, saya Bersama rekan-rekan telah mengawali terlaksananya Kegiatan ini dari tahun ke tahun. Bagaimanapun, Kenduri Kemayoran bukan milik saya tetapi milik semua warga Kemayoran khususnya dan segenap stake holder kota Jakarta pada umumnya. Kenduri Kemayoran adalah berkaca pada masa lalu, potensi kekinian dan lompatan besar Kemayoran ke depan.”

Mewakili warga masyarakat, Ghurabillah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Bibing, Ketua RW 06 Kel. Kebon Kosong sebagai tuan rumah yang wilayahnya ketempatan acara kenduri mengharapkan, “Terselenggaranya kenduri, bisa mengembalikan hal-hal baik yang telah jarang ada di masyarakat dan melestarikan hal-hal baik itu menjadi kekal abadi. Saya juga sangat mengharapkan agar ekonomi masyarakat melalui umkm yang ikut serta memeriahkan bisa turut terdongkrak naik. Sebagai bagian dari masyarakat, saya bangga dengan Keroncong Kemayoran, Kesebelasan Persija ‘Macan Kemayoran’, Pekan Raya Jakarta Kemayoran. Dan… tentu, Kendoeri Kampoeng Kemayoran”

“Besar harapan kenduri mampu menjembatani sejarah, kearifan, seni budaya, potensi berikut memadukan Kemayoran dengan segala pernak-perniknya. Banyak yang telah dikerjakan dari masa ke masa namun, masih banyak lagi yang belum dikerjakan,” tutur Daud Poliradja, seorang tokoh masyarakat Kemayoran yang turut hadir di sela-sela ramah tamah media, mengingatkan.

“Kami terus berkordinasi baik dengan Kemenparekraf, jajaran pemprov. DKI Jakarta dan juga pihak kepolisian terkait suksesnya penyelenggaraan kenduri,” jawab Biem Ketika ditanya oleh seorang rekan media tentang dukungan pihak pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kenduri akan menghadirkan kejutan-kejutan di tengah serba-serbi kegiatan seperti banyaknya Door Prize, Santap 1.000 Tansu Kemayoran gratis, bazar ratusan UMKM, aneka lomba termasuk lomba mewarnai ikon-ikon kota Jakarta serta fashion show, senam pagi yang diikuti oleh ribuan peserta, panggung seni dan budaya, donasi untuk ratusan anak-anak yatim, tabligh akbar, dan lain lain yang tidak akan mudah dilupakan. Ibarat kata, gebyar Kendoeri Kampoeng Kemayoran kali ini, saya prediksi seperti menimbulkan gempa kejut 7,8 Skala Richter bagi para pengunjung” urai Ache Nurseha menutup acara temu media kali ini.

****