Jakarta, September 2021,- Memiliki rambut yang sehat dan indah tentunya menjadi dambaan setiap insan. Rambut memiliki banyak fungsi pada manusia, di antaranya melindungi kepala dari paparan sinar ultraviolet, memproduksi sebum, keringat dari kelenjar apokrin dan feromon, serta mengatur suhu tubuh (termoregulasi). Rambut juga memainkan peran penting dalam interaksi sosial, sebagai daya tarik seksual ataupun kosmetik, serta dapat membantu mengidentifikasi individu secara visual.

Kata banyak orang, rambut adalah mahkota kepala. Namun, bagaimana jika mahkota itu tak seperti yang kita damba? Ada berbagai masalah rambut yang kerap membuat seseorang tak percaya diri. Misalnya, rambut rontok hingga mungkin pitak atau botak di kulit kepala.

Pitak pada kepala bisa dialami siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, tak peduli tua ataupun muda. Ternyata, kepitakan pada kepala bisa disebabkan berbagai macam hal. Paling umum akibat dari kerontokan rambut. Kondisi rambut yang terus menerus rontok karena stres berlebih sangat mungkin menyebabkan seseorang mengalami botak atau pitak.

Dermatologis ZAP dr. Eyleny Meisyah Fitri, SpKK mengatakan, pertumbuhan rambut merupakan proses siklus berkelanjutan yang terdiri dari fase pertumbuhan dan pigmentasi folikel rambut (anagen selama 2-6 tahun), regresi atau involusi folikel rambut (katagen 2-3 minggu), lalu memasuki fase istirahat (telogen 2-3 bulan) yang ditandai berhentinya pertumbuhan rambut diikuti terlepasnya folikel rambut (eksogen). Durasi setiap fase dipengaruhi oleh lokasi rambut, status nutrisi dan hormonal, serta usia setiap individu. Rambut di kulit kepala tumbuh lebih panjang daripada rambut di bagian tubuh lain karena fase anagennya lebih panjang.

Banyak individu yang mengalami kerontokan rambut akibat kondisi telogen effluvium, yakni penghentian prematur fase anagen (pertumbuhan) folikel rambut, yang mengakibatkan peningkatan jumlah folikel rambut pada fase telogen (istirahat), sehingga menyebabkan kerontokan rambut (club hair) yang berlebihan. Telogen effluvium dapat berlangsung akut atau kronik. Pada keadaan akut umumnya terjadi 2-4 bulan setelah kejadian penyebab, misalnya pascamelahirkan (keadaan normal/fisiologis), pascademam, pascaoperasi, diet ketat, atau konsumsi obat-obatan, semisal obat antikoagulan, antitiroid, antikejang, dsb. Pada keadaan kronik, kerontokan dapat terjadi hingga 6 bulan lebih dengan penyebab yang diketahui ataupun tidak (idiopatik).
Keluhan lainnya terkait kerontokan rambut yakni alopesia androgenetik (AGA), merupakan kebotakan rambut yang disebabkan kerentanan folikel rambut terhadap hormon androgen yang mengakibatkan miniaturisasi progresif folikel rambut disertai pemendekan fase anagen pada pria dan wanita yang memiliki kecenderungan genetik (faktor keturunan).

Frekuensi dan keparahan AGA akan meningkat seiring bertambahnya usia. Ada sejumlah hal yang menyebabkan seseorang mengalami AGA misalnya terkait dengan peningkatan aktivitas enzim 5α-reductase terutama tipe II, serta jumlah reseptor dan kadar hormon androgen, yaitu dihydrotestosteron.
Selain dua hal tersebut, masih ada sejumlah faktor lainnya yang dapat menyebabkan seseorang mengalami pitak seperti alopesia areata, kebiasaan mencabuti rambut (trichotillomania), dan lainnya.

“Alopesia areata (AA) merupakan bentuk alopesia yang paling sering ditemukan pada pasien anak. Penyakit ini merupakan autoimmune hair disorder yang terkait dengan berbagai penyakit lainnya. Area pitak pada AA memiliki pola berbentuk lingkaran tanpa jaringan parut, dan dapat berkembang menjadi kebotakan pada seluruh rambut kulit kepala (alopecia totalis) atau pada rambut seluruh kulit kepala dan tubuh (alopecia universalis),” urai dr. Eyleny baru-baru ini saat jumpa media melalui jaringan online.

Lantas, pertanyaan besarnya, apakah pitak di kepala bersifat permanen atau hanya sementara? Bagaimana cara mengatasi pitak di kepala untuk mengembalikan penampilan menjadi sempurna seperti sedia kala?
Pengobatan pitak disesuaikan dengan tipe dan penyebabnya masing-masing. Dengan perkembangan teknologi terkini, beberapa kondisi pitak di kulit kepala dapat diperbaiki kondisinya dengan treatment Hair Regrowth Laser.

Treatment Hair Regrowth Laser merupakan tindakan yang dilakukan dengan mesin Fotona SP Dynamis berteknologi Erbium-YAG SMOOTH mode dengan panjang gelombang 2940 NM. Dengan sifat non ablative (tidak mengikis), tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan vaskularisasi (aliran darah) ke folikel rambut, memicu transisi siklus rambut dari fase telogen menjadi anagen, sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan folikel rambut yang baru. Dengan tindakan ini, diharapkan dapat mencegah kerontokan rambut yang lebih parah (progresif) serta meningkatkan kepadatan dan ketebalan rambut.

Perawatan treatment Hair Regrowth Lase ini bisa dikerjakan langsung oleh Dermatologist ZAP di ZAP Premiere dan MEN/O/LOGY by ZAP. Namun, sebelum menjalani perawatan pasien wajib konsultasi dengan dokter yang akan melakukan tindakan. Pasien hamil, mengidap HIV/AIDS, SLE atau lupus, vitiligo, infeksi aktif atau peradangan pada area treatment, epilepsi, rutin mengonsumsi isotretinoin, dan/atau obat-obatan yang berefek fotosensitif, serta dalam pengobatan kemoterapi tidak dibolehkan untuk menjalani perawatan ini.

Hanya butuh waktu 45 menit untuk melakukan treatment hair regrowth laser. Tindakan ini aman, efektif, dan nyaman dilakukan tanpa atau dengan rasa sakit minimal. Setelah menjalani perawatan ini, pasien dianjurkan tidak menggosok area treatment, tidak membasuh area treatment dengan air hangat dan berolahraga berat yang mengakibatkan keringat berlebih setidaknya selama 2 hari. Kemudian, tidak menggunakan krim malam atau serum selama 3-5 hari, tidak terpapar sinar matahari langsung, dan mengikuti anjuran pascaperawatan sesuai instruksi dokter.

Untuk hasil yang maksimal, pasien dianjurkan untuk mengombinasikan treatment Hair Regrowth Lase dengan platelet-rich plasma atau PRP yang juga tersedia di ZAP Clinic, ZAP Premiere dan MEN/O/LOGY by ZAP. Tindakan PRP bertujuan untuk menstimulasi proses pertumbuhan rambut, membantu menyehatkan kulit kepala, dan mengurangi kerontokan rambut. Lebih jauh perawatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan proses regenerasi jaringan kulit sehingga dapat cepat memperbaiki tekstur kulit seperti luka, bekas luka, stretch mark, mengurangi proses penuaan, dan dapat mengurangi kerontokan rambut.

Proses PRP dilakukan dengan mengambil sedikit darah pasien dengan alat vital injector. Darah kemudian diolah menjadi plasma darah kaya trombosit yang kandungannya dapat mencapai 5-10 kali lipat konsentrasi normal. Plasma ini mengandung ratusan protein dan antigen yang ketika diinjeksikan kembali ke kulit kepala pasien akan memberi nutrisi yang mampu merangsang folikel pertumbuhan rambut secara efektif.

ZAP juga menghadirkan PRP combo yang menggabungkan microneedling dan vital injector II. Micro needling merupakan metode perawatan yang memanfaatkan jarum-jarum halus untuk ditusukkan ke kulit pasien secara kontinu dan konstan dengan kedalaman dan kecepatan tertentu menggunakan mesin EPN. Sementara, vital injector II adalah alat suntik yang mengintegrasikan jarum dan vakum sehingga serum yang disuntikkan dapat langsung masuk ke lapisan kulit.

Perawatan PRP hanya berlangsung selama 30 menit. Sementara hasilnya dapat terlihat dua minggu hingga satu bulan setelah perawatan. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, PRP dapat dilakukan dua hingga empat minggu sekali.


Tentang ZAP Clinic

Hingga Maret 2021, ZAP group sudah mendirikan 53 outlet di 16 kota, dengan persebaran 33 ZAP Clinic, 19 ZAP Premiere dan 1 MEN/O/LOGY by ZAP (klinik ketampanan khusus pria). Brand ZAP sendiri telah menjadi satu-satunya klinik kecantikan khusus wanita terbesar Indonesia yang mengutamakan perawatan kulit berbasis teknologi laser dan kini merambah ke pelayanan kesehatan ZAP HEALTH. Sejak berdiri pada 2009, ZAP telah berhasil memenangkan berbagai macam penghargaan, baik skala nasional seperti Top Brand Awards 2016-2019, Superbrands 2019, TOP Marketing Award 2019, TOP Digital Award 2021 hingga penghargaan internasional seperti Business Excellence Forums & Awards kategori “Fastest Growing Company”.

°°°°||°°°°

Marketing Communications ZAP Clinic: Lenny Theresia Marie lenny.marie@zap.co.id atau klik lennytheresia.zap@gmail.com