Psikolog dari Yayasan Heart of People.id Yohana Theresia, “Pada banyak kasus yang ditemui, ada peningkatan permasalahan perilaku anak yang masih belajar di Paud, TK atau Sekolah Dasar Akibat Stress di awal mulai pandemi, di masa pandemi dan di saat pasca pandemi.”

Beberapa kasus stress yang dialami oleh anak diantaranya;

  • Gamang di awal Pandemi dengan jadwal yang dipaksakan untuk menarik diri dari keramaian (withdrawal)
  • Gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan) sebab harus mengerjakan tugas yang bejibun namun, tanpa tatap muka.
  • Bingung di masa pasca pandemi karena sudah nyaris 3 tahun telah mengerjakan tugas-tugasnya tanpa tatap muka sementara, saat ini banyak yang baru pertama kali tatap muka. Tentu saja, ada kecanggungan saat tatap muka untuk saling mengenal karakter sesama siswa ataupun siswa dengan guru.

Menurutnya, maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak. Padahal, pemberian gawai bukannya tanpa dampak. Pemberian gawai seperti dua mata uang, selain positif dari gawai seperti memberikan kemudahan, informasi dan hiburan namun gawai juga memiliki efek negatif. Khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya.

Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua untuk cerdas memiliki bentuk permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, di mana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang di masa depan.
Salah satu bentuk permainan yang disarankan oleh Yohana adalah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni, seperti produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2
Produk Creative Art Series ini merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD, dimana didalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatih konsentrasi, dan tentunya kreativitas.

News Eduaction
Atasi Dampak Stres Anak di Masa Pandemi
Anak harus diberikan permainan yang memicu kreativitas.
Paparan psikolog Yohana Theresia saat webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan “Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada Sabtu (25/9).

Paparan psikolog Yohana Theresia saat webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan “Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada Sabtu (25/9).
Psikolog dari Yayasan Heart of People.id Yohana Theresia mengatakan berdampak pada anak-anak. Menurut Yohana, di banyak kasus yang ditemui ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stress di kala pandemik saat ini.

Beberapa masalah yang timbul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan), agresi, depresi maupun masalah perilaku lainnya.
“Kondisi ini tidak lebih dikarenakan beberapa faktor pencetus, seperti ruang bergerak yang terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabill,” kata Yohana dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan “Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada Sabtu (25/9).
Menurutnya, maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak. Padahal, pemberian gawai bukannya tanpa dampak.
Pemberian gawai seperti dua mata uang, selain positif dari gawai seperti memberikan kemudahan, informasi dan hiburan namun gawai juga memiliki efek negatif. Khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya.
Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua untuk cerdas memiliki bentuk permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, di mana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang di masa depan.
Salah satu bentuk permainan yang disarankan oleh Yohana adalah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni, seperti produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2
Produk Creative Art Series ini merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD, dimana didalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatih konsentrasi, dan tentunya kreativitas.
Sementara itu, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, Harsyal Rosidi mengatakan bahwa Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama.
Produk ini dikembangkan sesuai dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemik menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama.

Adapun Creative Art Series II terdiri atas 4 produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi selumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art.
Hasyal juga mengatakan bahwa didalam setiap kemasan Creative Art Series Faber-Castell juga disertai voucher untuk bisa mengikuti workshop yang diadakan secara daring oleh Faber-Castell.