Jakarta, 15 Mei,- Bagaikan peristiwa tsunami dimana, air laut akan surut terlebih dahulu sebelum kemudian datang kembali bersama gelombang setinggi puluhan meter yang menghancurkan seisi daratan, saat ini seluruh dunia tengah berupaya memerangi paparan covid yang sudah mulai mereda yang dikhawatirkan akan datang kembali pada tahun ini dengan kedahsyatan puluhan kali lipat daripada paparan covid di masa awal pandemi. Bagaimana tidak, Covid mampu bermutasi untuk menjadi lebih kuat ketika bertemu dengan gen makhluk hidup yang menjadi wadahnya.

Pada tubuh setiap manusia yang notabene memiliki rantai DNA/RNA yang berbeda dan kekebalan tubuh yang berbeda maka, Covid (RNA virus) akan beradaptasi untuk bisa semakin eksis mengirimkan informasi kode-kode asam amino baru untuk dicetak secara genetis di dalam tubuh manusia. Lahirlah Covid Mutan-covid mutan yang besar kemungkinan jauh lebih kuat dan canggih daripada covid biang/awal. Tidak ada batasannya kapan Covid berhenti bermutasi dan akan berapa banyak turunan mutasinya. Sebagai contoh, manusia terdiri dari berbagai ras dan dari ras-ras manusia itu sampai sekarang terus bercampur baur generasi bergenerasi dari masa ke masa, semakin maju dan canggih!

Syukurlah dengan dibantu secara intens oleh jajaran TNI-Polri, Kepala Daerah-kepala daerah seJabodetabek terus berjuang meningkatkan sinergitas melawan penularan dan pencegahan gelombang tsunami Covid yang dikhawatirkan oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia. Kondusifnya TPU Kepah Duri di musim ziarah kubur pasca lebaran adalah bukti kongkret aplikasi di lapangan sinergitas itu. Dari, Pucuk pimpinan hingga jajaran di bawahnya, selaras berjuang bersama-sama masyarakat Jabodetabek memerangi paparan covid berikut gerombolan-gerombolan mutannya yang saat ini telah menjadi momok tsunami mematikan di India, Afrika dan Eropa.

Irwan Shaleh, Pamdal TPU Kepah Duri menuturkan, “Sebelumnya kami bersama dengan jajaran TNI-Polri mengedepankan informasi yang persuasif kepada tokoh masyarakat dan alim ulama disekitar TPU agar membantu menginformasikan kepada warga untuk tidak berziarah dulu sampai dengan hari minggu, 16 Mei 2021. Dimana, mulai hari senin, 17 Mei warga akan dapat kembali berziarah dengan tetap selalu mengedepankan Prokes. Tidak usah berkerumun, mencuci tangan dan memakai masker selama berziarah.”

“Banyak juga ahli waris dari para ahli kubur yang menanyakan melalui sambungan telephone sebelum berziarah kemari. Mereka ada yang bertempat tinggal di Bogor, Tanggerang, Bekasi maupun dari dalam kota Jakarta. Petugas kami secara persuasif menerangkan berziarah akan kembali dibolehkan mulai hari senin. Mereka bertanya karena rupanya, ada kebijakan yang sama di daerahnya, baik di Bogor, Tanggerang ataupun Bekasi. Mereka khawatir jauh-jauh datang tetapi, ternyata sama pula, tidak dapat berziarah sebagaimana dengan TPU-TPU yang dekat dengan tempat tinggal mereka” tambah Irwan.

“Besar harapan kami, para ahli waris tidak membuat janji dengan keluarga besarnya untuk saling bertemu di TPU, tapi berziarahlah dengan waktu-waktu yang berbeda untuk menghindari kerumunan. Syukurlah, nyaris semua para ahli waris daripada para Ahli Kubur yang ada di TPU Kepah Duri bisa memahami dan malah banyak yang bekerjasama turut membantu menginformasikan kepada anggota keluarganya yang lain,” tutup Irwan.

●●●||●●●