Sampah laut telah menjadi ancaman yang meningkat bagi kehidupan laut. Namun tidak selalu mudah untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang dapat kita lakukan untukmengurangi sampah laut. Untuk itu para Alumni Erasmus Indonesia berperan dan membagi
pengetahuan tentang topik ini serta pengalaman mereka selama tinggal dan belajar atau kuliah di Eropa.
265 peserta terinspirasi oleh para alumni Erasmus Indonesia dalam acara virtual yangdiselenggarakan pada hari Sabtu (16/10) untuk merayakan acara tahunan Erasmus Days.
Tahun ini, ‘Bersama Melindungi Kehidupan Laut. Kami Peduli, Kami Dapat, and Kami Lakukan’ dipilih sebagai tema acara tersebut.
Erasmus Days adalah perayaan global selama tiga hari yang bertujuan untuk menyebarkan informasi ke seluruh dunia tentang keberhasilan program Erasmus, berdiskusi tentang pengalaman dan berbagi pengetahuan. Untuk edisi 2020, 5.024 acara diselenggarakan di 84 negara di seluruhdunia oleh penerima manfaat program Erasmus.
Sebanyak 16 alumni melihat ini sebagai kesempatan untuk membagikan pengalamanmereka kepada rekan-rekan lain yang akan menempuh pendidikan atau kuliah di Eropa.
Mereka berbagi pengalaman tentang keberhasilan program Erasmus yang merupakan program unggulan Uni Eropa untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda danolahraga. Para alumni juga menjelaskan cara mendaftar beasiswa Erasmus dan caramenulis surat motivasi yang baik.
Menjadi bagian dari komunitas alumni Erasmus, yang jumlahnya lebih dari 10 juta dan tersebar di seluruh dunia, dapat memberikan makna pada kehidupan mereka dan membuat mereka merasa bagian dari warga dunia. Oleh karena itu para alumni juga menyampaikan pentingnya menyelamatkan biota laut dan menghindari sampah laut. Salah satu contoh yang mereka berikan adalah peningkatan kesadaran yang dilakukan oleh para pelajar diBanda Aceh dengan membersihkan pantai dari sampah plastik.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket mengatakan, “Alumni Erasmus bekerja sama dengan Delegasi Uni Eropa mengadakan berbagai kegiatan virtual tahun ini.
Kami bangga atas semangat mereka untuk berkontribusi bagi Indonesia dan sekaligus
mempromosikan program beasiswa ini di tengah situasi pandemi saat ini. Kami percayabahwa potensi dan kontribusi ribuan alumni Erasmus di Indonesia dapat membantumemecahkan masalah global.”

Duta Besar Piket lebih lanjut mengatakan: “Uni Eropa mempelopori upaya global untuk mengurangi dan menghindari polusi plastik dan sampah laut. Kami bekerja untuk meningkatkan aktivis laut, menyerukan agar semua orang turut berperan dalam melindungi lautan. Uni Eropa meluncurkan kampanye global tahunan #EUBeachCleanup sebagai
gerakan untuk meningkatkan kesadaran akan sampah laut dan masalah plastik global.
Bulan lalu, Uni Eropa menyelenggarakan kegiatan membersihkan pantai di Pulau Damar.
Bersama-sama, kami mengumpulkan lebih dari 480 kg sampah.”
Dengan memberikan sekitar 1.200 beasiswa per tahun untuk pelajar dan cendekiawan Indonesia, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya mendanai hampir sepertiga dari lebih dari 4.000 pelajar dan cendekiawan Indonesia yang berangkat untuk belajar di Eropa setiap
tahun. Lebih dari 2.000 warga Indonesia telah menerima beasiswa program Erasmus sejak tahun 2004. Program Erasmus dari Uni Eropa benar-benar membangun komunitas global!

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota dengan jumlah penduduk sebanyak
470 juta. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis dan pembangunan yang
berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012,
Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi,
demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber
dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara
Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah
ODA secara global.
27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan protokol) adalah: Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark,
Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Perancis, Italia, Siprus, Latvia, Lituania, Luksemburg, Hongaria,
Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia dan Swedia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Uni Eropa serta hubungan dan kerja samanya dengan Indonesia, akses:
http://eeas.europa.eu/indonesia
Ikuti akun media sosial kami di Twitter, Facebook, Instagram dan Youtube